Random Walk dan Efficient Market Hypothesis (EMH)
Bodie, Kane, dan Marcus (2008:358) menuliskan random walk sebagai perubahan harga yang terjadi secara acak dan tidak dapat diprediksi. Harga selalu merefleksikan informasi yang tersedia saat ini. Teori random walk sejalan dengan EMH, yang menyatakan bahwa pasar adalah efisien dan harga telah merefleksikan semua informasi yang tersedia. Oleh karena itu, tidak ada kesempatan bagi trader dan investor untuk memperoleh laba. EMH pertama kali dikembangkan oleh Professor Eugene Fama di University of Chicago Graduate School of Business pada awal tahun 1960.
EMH memberikan dua prediksi penting. Pertama, bahwa harga sekuritas telah mencerminkan informasi apapun yang tersedia bagi investor. Kedua, kinerja dari strategi perdagangan aktif (buy and sell) akan sulit melebihi kinerja strategi pasif (buy and hold). Berkaitan dengan definisi “semua informasi yang tersedia”, ada tiga versi EMH (Bodie, Kane, dan Marcus, 2008 : 361) :
- Weak-form efficiency (pasar efisien lemah). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi yang dapat diperoleh dengan menganalisis data trading pasar seperti harga historis dan volume trading. Dengan demikian, analisis tren tidak ada gunanya. Harga di masa lalu merupakan informasi yang tersedia bagi publik dengan harga yang sangat murah. Pada kondisi demikian, seharusnya semua investor memiliki akses informasi untuk mengeksploitasi sinyal yang ada. Sinyal yang diketahui luas akan kehilangan nilainya, karena akan mengakibatkan perubahan harga saat itu juga.
- Semistrong-form efficiency (pasar efisien semi kuat). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi publik yang tersedia terkait prospek suatu mata uang. Informasi ini, selain harga historis, meliputi data-data fundamental mulai dari ekonomi sampai politik. Contohnya adalah informasi seperti suku bunga, Indeks Harga Konsumen (CPI), Indeks Harga Produsen (PPI), tingkat pengangguran, dan stabilitas politik. Jika semua investor dapat mengakses informasi ini, maka informasi seharusnya telah tercermin di harga.
- Strong-form efficiency (pasar efisien kuat). Hipotesis ini menyatakan bahwa harga merefleksikan semua informasi yang relevan, termasuk informasi yang hanya dimiliki oleh bank sentral dan perusahaan financial raksasa. Ini merupakan bentuk pasar efisien yang paling ekstrim.
EMH menyatakan bahwa strategi perdagangan aktif adalah usaha yang sia-sia dan tidak akan dapat menutupi biaya yang ditimbulkan. Oleh karena itu, EMH menyarankan strategi perdagangan pasif yang tidak berupaya untuk melebihi kinerja pasar. Strategi pasif hanya bertujuan untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi baik, untuk kemudian dibeli dan ditahan selama mungkin (buy and hold). Jika harga berada pada level yang adil, dengan semua informasi yang tersedia, maka tidaklah masuk akal untuk melakukan beli dan jual dalam frekuensi tinggi. Hal tersebut justru akan menambah biaya transaksi tanpa meningkatkan kinerja yang diharapkan. Strategi perdagangan pasif seringkali menggunakan dana indeks (index fund) sebagai salah satu strateginya yang dikenal luas.
Ada beberapa isu mengenai efisiensi pasar (Bodie, Kane, dan Marcus, 2008 : 369-370) :
- The magnitude issue. Isu ini menyatakan bahwa tindakan manajer investasi adalah faktor penggerak dari evolusi harga pasar yang konstan menuju level yang adil. Semua pihak mungkin setuju bahwa harga sekuritas, misalnya saham, sangat dekat dengan nilai adilnya sehingga hanya manajer skala besar yang dapat menghasilkan laba yang cukup besar dari mispricing yang sangat kecil tersebut. Isu ini memfokuskan pada pertanyaan kuantitatif : Seberapa efisien pasar?
- The selection bias issue. Isu ini berkaitan dengan bias pemilihan : hasil yang dapat diamati mengenai efisiensi pasar telah diseleksi sebelumnya berdasarkan upaya-upaya yang gagal. Oleh karena itu, evaluasi mengenai kemampuan yang sebenarnya dari manajer portofolio dalam menghasilkan startegi yang hebat tidak dapat dilakukan secara adil. Dasar dari isu ini adalah bahwa hanya investor yang menemukan bahwa skema investasi tertentu tidak menguntungkanlah yang bersedia mempublikasikan hasil penemuannya. Sementara bagi yang sebaliknya akan memilih untuk merahasiakan dan menggunakannya sendiri.
- The lucky event issue. Isu ini berkaitan dengan keberuntungan dan probabilitas. Secara statistik, dari sekian banyak pemain di pasar adalah wajar jika ada segelintir kecil yang beruntung dan menghasilkan lebih. Ini tidak lantas membuktikan bahwa pasar tidak efisien. Para pemenang selalu dipublikasikan, sementara yang kalah tidak pernah dimunculkan ke publik. Pengujian yang sesungguhnya haruslah melihat apakah ada konsistensi dari kinerja yang bagus tersebut.
referensi :
Bodie, Z., Kane, A., and Marcus, Alan, J. (2008), “Investments,” McGraw-Hill International Edition, Seventh Edition.
