Faktor Penentu Kurs Tukar

February 23, 2009
By

Kurs tukar merupakan harga dari suatu mata uang. Sama seperti produk lainnya yang diperdagangkan di pasar, harga mata uang juga ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Setiap harga mata uang merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran yang menciptakan kurs tukar keseimbangan. Jika permintaan suatu mata uang relatif lebih besar daripada penawarannya, maka mata uang tersebut akan mengalami apresiasi (atau kenaikan nilai). Sebaliknya, jika permintaan suatu mata uang relatif lebih kecil daripada penawarannya, maka mata uang tersebut akan mengalami depresiasi (atau penurunan nilai). (Madura, 2003 : 107-108)

Kurs tukar keseimbangan akan berubah dari waktu ke waktu akibat perubahan skedul permintaan dan penawaran. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan skedul permintaan dan penawaran diantaranya (Madura, 2003 : 111-115) :

1. Tingkat inflasi relatif. Perubahan tingkat inflasi relatif dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan internasional, yang mana kemudian mempengaruhi permintaan dan penawaran mata uang. Kenaikan tingkat harga (inflasi) produk domestik dapat meningkatkan permintaan produk impor, sehingga permintaan mata uang asing ikut meningkat. Dengan asumsi ceteris paribus, maka ini akan mengakibatkan depresiasi pada mata uang dalam negeri dan apresiasi pada mata uang negara yang diimpor produknya.

2. Tingkat suku bunga relatif. Perubahan tingkat suku bunga relatif akan mempengaruhi investasi di sekuritas asing. Selain suku bunga nominal ada juga yang disebut dengan suku bunga riil, yaitu suku bunga nominal yang telah dikurangi dengan tingkat inflasi. Suku bunga riil penting dipertimbangkan karena mengkombinasikan inflasi dan suku bunga, dua faktor yang dapat mempengaruhi kurs tukar.

3.   Tingkat pendapatan relatif. Pendapatan mempengaruhi permintaan produk impor. Perubahan tingkat pendapatan juga dapat memnegaruhi kurs tukar secara tidak langsung melalui pengaruh suku bunga.

4.   Kendali pemerintah. Pemerintah dapat mempengaruhi kurs tukar dengan berbagai macam cara, misalnya melalui pembatasan kurs tukar asing, perdagangan asing, intervensi pasar, dan mempengaruhi variabel makro seperti tingkat inflasi, suku bunga, dan pendapatan.

5.   Ekspektasi. Pasar mata uang asing berekasi terhadap berita apapun yang dapat mempengaruhi kurs tukar di masa depan. Banyak investor institusional mengambil posisi mata uang berdasarkan prediksi pergerakan suku bunga di berbagai negara. Biasanya transaksi mata uang asing yang berhubungan dengan perdagangan cenderung kurang responsif terhadap berita. Sedangkan transaksi aliran finansial cenderung sangat responsif terhadap berita.

Berbagai faktor yang berhubungan dengan perdagangan maupun finansial seringkali berinteraksi. Pergerakan kurs tukar dapat dipengaruhi secara simultan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perdagangan diantaranya tingkat inflasi, tingkat pendapatan, dan pembatasan perdagangan dari pemerintah. Sedangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan finansial diantaranya tingkat suku bunga dan pembatasan aliran modal. Sensitivitas kurs tukar terhadap berbagai faktor yang ada tergantung pada volume transaksi internasional. Misalnya saja, jika dua negara memiliki volume perdagangan internasional yang besar namun aliran modal internasional yang kecil, maka tingkat inflasi relatif cenderung akan lebih berpengaruh. Jika sebaliknya, maka tingkat suku bunga cenderung akan lebih berpengaruh. Pemahaman akan faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs tukar tidak berarti perubahan faktor maupun kurs tukar dapat diprediksi dengan mudah. Aliran dana telah menjadi semakin besar dari waktu ke waktu, sehingga hubungan antara faktor yang mempengaruhi perdagangan dan kurs tukar tidak selalu sekuat yang diperkirakan pemain pasar.

Referensi :

Madura, Jeff (2003), “International Financial Management,” Thomson South-Western, Seventh Edition.

Tags: , , , , ,

4 Responses to “ Faktor Penentu Kurs Tukar ”

  1. rama on December 1, 2009 at 9:46 pm12

    mau nanya nih!!!

    gmn hubunganny inflasi dan tingkat pendapatan relatif (impor) bisa mempengaruhi nilai tukar???

    trim’s..

  2. ulfa on December 11, 2009 at 9:46 pm12

    haloo…maw numpang tanya ney..

    saya sedang menulis skripsi tentang perkebunan..saya ingin mencari data tentang suku bunga, umumnya yang digunakan suku bunga SBI ato deposito yah?
    lalu apakah harus di riil kan juga?

    thanks

  3. Yasinta on December 20, 2009 at 9:46 pm12

    Kl skripsi kemarin sih neliti forex, pakenya kira2 selevel suku bunga SBI n ga di rill-kan. Tapi krg tau kalo pake data Indonesia tuh gmn, hehe..

  4. diah on October 9, 2010 at 9:46 pm10

    hhhmmmmm bwt refrensi makacii ^^

Leave a Reply