Elastisitas Permintaan dan Penawaran

July 30, 2008
By


A. Elastisitas Harga Permintaan

Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.

Koefisien Elastisitas Permintaan

Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :

Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,

atau

Keterangan :

ED = Elastisitas permintaan
Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas permintaan awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal

Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan).

Contoh : Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut :

Koefisien sebesar 2,32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2,32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan), yaitu ketika harga naik permintaan akan turun, vice versa.

Jenis-jenis Elastisitas Permintaan

Ada lima jenis elastisitas permintaan :

  1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.
  2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.
  3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.
  4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.
  5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.

Faktor Penentu Elastisitas Permintaan

Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :

1. Produk substitusi.
Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.

2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.
Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.

3. Produk mewah versus kebutuhan.
Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.

4. Jangka waktu permintaan dianalisis.
Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain.

Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen)

Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun produsen. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut :
1. Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang diminta atas barang. Dengan demikian, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan, vice versa.

2. Permintaan tidak elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari prosentase perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.

3. Permintaan uniter elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga. Dengan demikian, tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan.

4. Permintaan elastis (> 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari prosentase perubahan harga. Oleh karenanya, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.

5. Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), kenaikan harga akan menyebabkan permintaan turun jadi 0. Oleh karenanya, kenaikan harga sekecil apapun akan menghilangkan total penerimaan. Sementara penurunan harga akan menurunkan total penerimaan.

Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk.

Elastisitas Permintaan Silang

Elastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atas sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya. Perhitungannya adalah sebagai berikut :


Keterangan :
EA,B = elastisitas silang antara produk A dan B
P1B = harga awal produk B
P2B = harga produk B setelah perubahan
ΔQA = kenaikan permintaan produk A
Q1A = kuantitas permintaan awal produk A
Q2A = kuantitas permintaan produk A setelah harga produk B berubah
ΔPB = kenaikan harga produk B

Elastisitas silang berhubungan dengan karakteristik kedua produk, yaitu :
1. Produk substitusi.
Elastisitas permintaan silang adalah positif, dimana kenaikan harga produk A akan menaikkan permintaan atas produk B. Contoh produk substitusi : minyak tanah dan kayu bakar, makanan ringan yang tersedia dalam berbagai merek, beras berkualitas sama mereak A dan B, dan lain sebagainya.
2. Produk komplementer.
Elastisitas permintaan silang adalah negatif , dimana kenaikan harga produk A akan menurunkan permintaan produk B, vice versa. Contoh produk komplementer misalnya bensin dan mobil (mobil tidak dapat digunakan tanpa bensin). Jika harga bensin naik, permintaan akan mobil akan cenderung turun.

Elastisitas Permintaan Pendapatan (pembeli/konsumen)

Elastisitas permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan) mengukur bagaimana kuantitas permintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli. Rumus perhitungannya adalah :

Elastisitas pendapatan = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan pendapatan

Elastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk, yaitu :
1. Produk normal.
Elastisitas pendapatan adalah positif. Misalnya, permintaan akan produk normal akan meningkat jika pendapatan meningkat. Contoh ekstrimnya adalah beras, dapat digantikan dengan ubi sebagai produk inferiornya.
2. Produk inferior.
Elastisitas pendapatan adalah negatif. Misalnya, permintaan akan produk inferior akan menurun jika pendapatan meningkat.

B. Elastisitas Harga Penawaran

Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.

Koefisien Elastisitas Penawaran

Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :

Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,

atau

Keterangan :
ES = Elastisitas penawaran
Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
Q1 = Kuantitas penawaran awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal

Jenis-jenis Elastisitas Penawaran

Ada lima jenis elastisitas penawaran :

  1. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
  2. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.
  3. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.
  4. Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
  5. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

Faktor Penentu Elastisitas Penawaran

Ada dua faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu :

1. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi.

Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. Penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi :
- Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saat ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalam skala tidak ekonomis.
- Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan memerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.
Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.

2. Jangka waktu analisis.
Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga :
- Jangka waktu yang sangat singkat. Pada jangka waktu yang sangat singkat, penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran menjadi tidak elastis sempurna.
- Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namun perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Hasilnya, penawaran dapat dinaikkan dalam prosentase yang relatif kecil, sehingga penawaran tidak elastis.
- Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan dalam jangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastis.

3. Stok persediaan.
Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segera memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada.

4. Kemudahan substitusi faktor produksi/input.
Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.

Tags: , ,

44 Responses to Elastisitas Permintaan dan Penawaran

  1. hesa
    August 4, 2008 at 9:46 am08

    saya boleh di kirimin bahasan tentang kwantitas permintaan uang yang di lihat dari:
    1. tingkat harga
    2. pendapatan riil
    3. tingkat bunga

    satu lagi yaah….
    pengertian permintaan dan penawaran uang
    terimakasih atas perhatianya..
    klo bisa via email hesa_coy@yahoo.com

    salam…

  2. indah
    September 20, 2008 at 9:46 am09

    aku mau tanya, kalau diketahui elastisitas jangka panjang dan pendek dan perubahan harga maka perubahan kuantitasnya bagaimana? aku sudah ngitung pakai midpoint yang kaya’ di atas, tapi gak ketemu karena ada 2 variabel yang dicari. tnhx y

  3. rosa
    October 8, 2008 at 9:46 pm10

    boleh minta soal2 tentang rumus elastisitas ga??

  4. October 9, 2008 at 9:46 pm10

    Rosa, kebetulan ak g nyimpan contoh2 soal, coba cari dibuku ada bnyk tuh.. Atau googling aja… Maap y…

  5. Ferdi
    October 21, 2008 at 9:46 pm10

    thx y informasi ttg ‘k EL’ berguna bgt. .

  6. November 13, 2008 at 9:46 pm11

    good

  7. arif
    December 4, 2008 at 9:46 pm12

    saya mau tanya nie,
    bagaimana kurva pengaruh pajak terhadap elastisitas permintaan??

  8. Wawan
    December 8, 2008 at 9:46 am12

    tanya..

    apa pentingnya jika kita mengetahui koefisien elsatisitas permintaan, penwaran dll.???

  9. December 9, 2008 at 9:46 pm12

    Salah satunya, pengambil keputusan bisa tau kebijakan apa yg sebaiknya diambil dgn memperhatikan koefisien elastisitas permintaan/penawaran produknya. Dari koefisien dapat diketahui jenis elastisitas produk. Misalnya aja di postingan elastisitas permintaan dan penawaran ini, liat dibagian elastisitas dan total penerimaan (pendapatan). Jika produsen/penjual tahu jenis elastisitas produknya, ini akan membantu dalam pengambilan keputusan, misalnya pada saat ia ingin menaikkan harga atau memberi diskon. Jika produk elastis, misalnya, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan (pendapatan) produsen atau penjual.

  10. arga
    December 10, 2008 at 9:46 pm12

    kl blh tau bahasan tntng elastisitas permintaan dan penawaran sumbrnya dari mana y?

  11. neko
    January 4, 2009 at 9:46 am01

    mau nanya..
    pada elastisitas pendapatan,apa bedanya barang superior/mewah dengan barang normal?

  12. dinkii
    January 14, 2009 at 9:46 am01

    bagus bgt bwt jd sumber!!thx yaa dah bntuin tgs gw:D

  13. tarjo
    January 14, 2009 at 9:46 am01

    ga ngerti akh……..
    asal indonesia harus maju ,hancurkan israel!!!!!!!!!
    bravo sepak bola

  14. suketi
    January 14, 2009 at 9:46 am01

    aq jg sma kya tarjo . .

    gg ngerti . . klo yg bgus mah pke kurva atttu…

    Bravo sepak bola . . hancurkan israel

  15. widodo
    January 14, 2009 at 9:46 am01

    seharusnya indonesia bisa bersaing ataw mempengarughi
    pasar dunia biar axis GEEEEtoooooooooo LhO!!!!!!!

    israel biadab bangetzzzz
    hidup persibbbbbbb

  16. January 15, 2009 at 9:46 am01

    thanx juga…

  17. ndemos
    January 17, 2009 at 9:46 pm01

    mo tanya gmn soal+jawaban elastisitas permintaan n pnawaran yg hsil e =o n tk trhingga

  18. pinkan
    January 30, 2009 at 9:46 pm01

    mba yasinta, mw tanya dwooonx…
    gimana cara memahami pengaruh pajak dan pengaruh subsidi terhadap permintaan dan penawaran???
    please bales sekarang yach…. :) thanks ya mba….please reply my message…

  19. pinkan
    January 30, 2009 at 9:46 pm01

    please mba….reply my message….
    URGENT nech….ada tugas besok di kumpulin pagi2…please….
    thanks…. :)

  20. February 3, 2009 at 9:46 am02

    sorry to Pinkan n Arnita. Kemarin2 lg pergi keluar kota, ga buka blog… Maaf bgt ya…..

  21. mita
    February 3, 2009 at 9:46 am02

    minta jawaban dunk

    apa perbedaan elastis harga dan elastis permintaan ?

  22. winda
    February 7, 2009 at 9:46 am02

    aku butuuh banget soal2 elastisitas buat materi mengajar,bisa tolongin aku yaaa…kirimin soal2 elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran,. atas bantuannya aku ucapin makasiiii banget, aku tunggu ya..

  23. winda
    February 7, 2009 at 9:46 am02

    Assalamu’alaikum….aku butuuh banget soal2 elastisitas buat materi mengajar,bisa tolongin aku yaaa…kirimin soal2 elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran,. atas bantuannya aku ucapin makasiiii banget, aku tunggu ya.. wassalam.

  24. February 10, 2009 at 9:46 am02

    Cari di buku banyak mbak, atau browse di google juga ada. Soalnya aku ga nyimpan soal-soal gitu, makasih ya….

  25. February 10, 2009 at 9:46 am02

    Cuma kalao browse di Internet biasanya banyakan yg bahasa inggris.

  26. February 10, 2009 at 9:46 am02

    Mungkin Mbak salah tulis? Adanya disebut dengan elastisitas harga permintaan, yaitu elastisitas dari interaksi antara harga dan permintaan…

  27. May 26, 2009 at 9:46 am05

    mba misalkan saya mau tahu output dari tenaga kerja di sakernas, apa saja variabelnnya ya?
    mohon dijawab ke e-mail ku?
    mohon bantuannya.

  28. June 2, 2009 at 9:46 pm06

    Mba, saya tertarik dengan artikel mba tentang Analisa Rantai Markov (16 September 2008).
    Mba punya arsip atau artikel tentang permasalahan rantai markov dalam masalah sepak bola ga?
    karena sekarang saya lagi ambil mata kuliah Proses Stokastik.
    Kalau ada, saya mohon kesediaan dan bantuan mba untuk mengirimkannya ke email saya.
    Thanks mba.

  29. June 11, 2009 at 9:46 am06

    Mba punya arsip atau artikel tentang permasalahan rantai markov dalam masalah sepak bola?
    karena sekarang saya lagi ambil mata kuliah Proses Stokastik.
    Kalau ada, saya mohon kesediaan dan bantuan mba untuk mengirimkannya ke email saya.
    terima kasih..

  30. October 21, 2009 at 9:46 pm10

    Gak mudeng euy dengan postinganya, maklum bukan orang ekonomi, semangat aja and Salam kenal.

  31. November 3, 2009 at 9:46 am11

    tolong donk aku dibantu tuk buat contoh 5 variabel penerimaan

    tks

  32. November 6, 2009 at 9:46 am11

    wah kayak kuliah online
    tapi tambah ilmu juga

  33. dwi
    November 7, 2009 at 9:46 pm11

    tolonk dund, bntuindt…
    appa ajja contoh aplikasi elastisitas di kehidupan sehari-hari??

  34. November 12, 2009 at 9:46 pm11

    Makasih info.a

  35. November 13, 2009 at 9:46 pm11

    thx ya….
    ngebantu bgt ni bwt presentasi ekonomi…
    salam kenal….

  36. November 24, 2009 at 9:46 pm11

    mbak, mau nanya nich……..apa dampaknya apabila elastisitas harga dlm jangka pendek & panjang terhadap permintaan dengan nilai elastisitasnya <0 (lbh kecil dr.nol)

  37. December 16, 2009 at 9:46 pm12

    mba yasnta,klo rmus nlai absolt elstists p’mntaan,sma ajjh kya yg d ats y rmus na???

  38. December 20, 2009 at 9:46 pm12

    Seingatku sama aja.. ^^

  39. Christin
    May 25, 2010 at 9:46 pm05

    Dear Mbak Yasinta, salam kenal… Mbak aku mo minta tlg ada tugas Management ekonomi mengenai presentasi estimasi permintaan,cuma aku minta contoh kasusnya dunks mbak, please ya mbak soale aku rada bingung liat rumus2nya. Ok mbak atas bantuan trims ya.

  40. sry rejeki
    May 27, 2010 at 9:46 am05

    maksih yachhh, aku skarang ngerti gimana perbedaan elasitas itu ..heheheheheh

  41. siti halimah
    October 30, 2010 at 9:46 pm10

    mbak aku mau minta contoh soal elastisitas permintaan dan penawaran donk….

  42. November 10, 2010 at 9:46 am11

    mbak ada ym ato fb gag?
    ivan pengen sharing.
    add fb/ym ivan ya .
    FB. ivanrama_putra@yahoo.com
    ym. liwantaris91@yahoo.com
    web. http://www.smartmediasolution.net
    ph. 0857 31 658 031

    ivanramaputra@stiesia surabaya
    tks

  43. putri
    December 19, 2010 at 9:46 am12

    makasi ya mbak……? bahannya sangat bermanfaat bagi saya by putri…… aceh utara.

  44. jonathan h
    February 2, 2011 at 9:46 am02

    mbak yasinta ada ym ga?
    saya mau share nih ttg mslh ekonomi
    add ym saya ya :
    jonathan_batubara@yahoo.com
    tks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*