Biasa vs. istimewa

February 18, 2007
By

Ada satu orang yang terpenting. Dia adalah segalanya
dan kamu cenderung memanjakannya. Bagimu, orang itu
adalah kamu…

Bagi setiap orang, dirinyalah tokoh utama, dirinyalah
paling utama. Banyak waktu dan energi habis untuk
memikirkannya.

Saya menganggap sayalah yang terpenting dan istimewa,
tapi bagi orang lain, saya hanyalah sesosok manusia
biasa diantara kerumunan manusia. Mungkin dia
berpikir: “apalah arti diri saya dibandingkan arti
dirinya?”

Sedalam apapun perhatian orang pada saya, dia pasti
akan lebih memperhatikan dirinya sendiri. Begitu pula
saya.

Inilah saya. Saya beda dengan orang lain…. Hmm…

Di balik tangisan kita untuk orang lain, tersembunyi
keegoisan yang halus. Di balik tangisan kita karena
orang lain, tersembunyi rasa haus kita akan
kebahagiaan.

Kamu berjalan dan terus berpikir: apa yang aku miliki,
apa yang tidak kumiliki, apa yang akan kumiliki, apa
yang seharusnya/tidak seharusnya kumiliki???

Pernahkah kamu berpikir untuk melepas semuanya, hidup
tanpa beban yang kamu ciptakan sendiri?

Pernahkah kamu belajar untuk tidak mendesak orang
lain? untuk sabar atau mundur agar orang lain bahagia?

Pernahkah kamu hidup dengan tenang, tidak
terburu-buru, tidak gelisah, karena kamu tahu caranya
berbahagia?

Kamu sama dengan semua manusia di dunia ini. Sama-sama
punya air mata, punya senyum, punya tubuh dengan
sesuatu yang (masih) berdetak di dalamnya, punya
keegoisan, punya keinginan, dan sama-sama haus
kebahagiaan?

Berbahagia bukanlah memiliki semuanya tapi melepas
semuanya…

3 Responses to “ Biasa vs. istimewa ”

  1. Tekki Chan on April 29, 2008 at 9:46 pm04

    life is what u think..

  2. jimsu on July 14, 2010 at 9:46 pm07

    hi yasinta.. how u doin?
    nice post anyway. take care n be happy..

  3. Yasinta on August 25, 2010 at 9:46 am08

    Doing great as always. Thanks for the greeting

    Hope you all are fine all the time as well :D

Leave a Reply