Analisis Teknikal

March 16, 2009
By

Pring (2002:2-3) menyatakan bahwa pendekatan teknikal dalam investasi merupakan refleksi dari ide bahwa harga bergerak dalam tren yang ditentukan oleh perubahan sikap investor terhadap berbagai dampak ekonomi, moneter, politik, dan psikologi. Para pelaku pasar cenderung bereaksi terhadap situasi yang sama dengan cara yang konsisten. Oleh karena itu, pengamatan terhadap titik-titik tertentu dari pergerakan harga historis di pasar memungkinkan pengembangan berbagai karakteristik yang dapat membantu mengidentifikasi top dan bottom di pasar. Seni dari analisis teknikal adalah identifikasi pembalikan tren pada tahap yang relatif awal dan mengambil keuntungan dari tren tersebut sampai ada bukti bahwa tren telah berbalik arah.

Ada tiga cabang analisis teknikal (Pring, 2002 : 3-5) :

1.      Indikator sentimen

Indikator sentimen atau disebut juga ekspektasional memonitor tindakan dari berbagai partisipan pasar yang berbeda, misalnya pemain dalam (insider), manajer dan investor reksadana, dan pemain bursa. Asumsinya adalah bahwa kelompok investor yang berbeda-beda selalu konsisten dengan tindakannya pada poin-poin utama peralihan pasar, dari titik terendah dari tren turun sampai ttiik tertinggi dari tren naik.

2.      Indikator aliran dana (flow-of-fund)

Indikator aliran dana menganalisis posisi keuangan dari berbagai kelompok investor untuk mengukur kapasitas potensial mereka dalam jual beli di pasar. Fokusnya adalah pada aliran dana yang ada dipasar, misalnya suplai dana yang tersedia untuk membeli saham.

3.      Indikator struktur pasar

Indikator struktur pasar memonitor tren dari berbagai indeks harga, lingkup pasar, siklus, volume, dan lainnya untuk mengevaluasi tren yang sedang berlangsung. Fokusnya adalah pada struktur pasar dan karakter dari indikator pasar. Pendekatan teknikal adalah berdasarkan pada teori bahwa harga merupakan refleksi dari psikologi massal. Oleh karena itu, pendekatan teknikal berupaya memprediksi pergerakan harga di masa depan berdasarkan asumsi bahwa psikologi massal bergerak antara kepanikan, ketakutan, pesimisme, percaya diri, optimisme yang berlebihan, keserakahan, dan lainnya.

Akar dari analisis tren adalah Dow Theory, yang diciptakan oleh Charles Dow. Kebanyakan dari metode analisis teknikal yang terkenal hingga saat ini adalah variasi dari pendekatan Dow. Teori Dow menyatakan bahwa ada tiga tren yang mempengaruhi harga (saham) secara simultan (Bodie, Kane, dan Marcus, 2008 : 408) :

1.      Tren primer. Merupakan pergerakan harga jangka panjang, bisa berlangsung dari berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

2.      Tren sekunder atau menengah. Merupakan tren yang disebabkan oleh deviasi jangka pendek harga dari tren yang mendasari (tren primer). Deviasi ini akan terhapus dengan adanya koreksi ketika harga kembali mengarah ke tren primernya.

3.      Tren tersier atau minor. Merupakan fluktuasi harian yang tidak terlalu berarti dari harga.

Beberapa indikator yang memonitor tren harga termasuk moving averages, analisis peak-and-trough, pola harga, dan trendlines (Pring, 2002:5). Trendlines merupakan area support dan resistance yang dinamis. Dalam istilah pasar, support merupakan garis yang terbentuk oleh sekumpulan titik yang telah disentuh oleh harga sebelumnya namun tidak mampu ditembus, sehingga secara psikologis harga sulit untuk turun melewati garis tersebut. Sedangkan resistance merupakan garis yang terbentuk oleh sekumpulan titik yang telah disentuh oleh harga sebelumnya namun tidak mampu ditembus, sehingga secara psikologis harga sulit untuk naik melewati garis tersebut. Umumnya semua metode teknikal digunakan untuk menganalisis arah tren harga di pasar, apakah bullish (tren harga naik) atau bearish (tren harga turun). (Pring, 2002:137)

Referensi :

Bodie, Z., Kane, A., and Marcus, Alan, J. (2008), “Investments,” McGraw-Hill International Edition, Seventh Edition.

Pring, M.J. (2002), “Technical Analysis Explained,” McGraw-Hill International Edition, Fourth Edition.

Tags: , , , ,

Leave a Reply